Tanaman Terbaik Pohon Kayu Trembesi Di Madura

Penanaman 15.000 pohon tremesi sepanjang 296 kilometer perimeter Pulau Madura akan menyerap 440.211 ton karbon dioksida untuk mengurangi polusi udara akibat kemacetan. Diluncurkan pada awal 2016 oleh Djarum Trees for Life (DTFL) di Madura, perkebunan pohon Trembesi secara resmi selesai pada Rabu (23.11.2017) di Alun-alun Kabupaten Bangkalan. Jumlah pohon yang ditanam di bawah program DTFL mencapai 15.446 galur atau melebihi target 15.000 galur. “(Kemudian), kami terus berusaha untuk sepenuhnya mendukung semua pohon yang kami tanam pada tahun 2019. Ini sama dengan di Jawa Tengah di Merak dan Banyuwangi,” kata FX Supandji, wakil presiden Yayasan Djarum. Titik awal untuk menabur dan pemeliharaan rutin, kata Supandji, dimulai di sisi barat Pulau Madura. Setelah Bangkalan, kegiatan akan berlangsung di seluruh Madura, di Sampang, Pamekasan, Sumenep, Ketapang, dan kemudian kembali ke titik awal di Bangkalan. “Pertunangan yang paling diminta adalah perawatan, karena pohon-pohon baru benar-benar dapat menyerap karbon dioksida setelah membunuh dan berhenti dengan usia rata-rata 3 tahun,” kata Supandji. Ayu Dewi Utari, kepala Kantor Pusat Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Jawa Timur, yang hadir pada diskusi dan prosesi perkebunan, mengatakan bahwa jumlah pohon dan polusi udara dan tanah semakin kecil adalah masalah akut. di kota-kota dan daerah sekitarnya. Diluncurkan pada awal 2016 oleh Djarum Trees for Life (DTFL) di Madura, perkebunan pohon Trembesi secara resmi selesai pada Rabu (23.11.2017) di Alun-alun Kabupaten Bangkalan. (Latief) Jadi itu berarti bahwa fauna tidak memiliki situs pendaratan.

Terutama di Madura, di mana semakin banyak pohon ditanam, fauna dengan habitat alami di pulau itu seharusnya tidak berkurang. “Khususnya untuk kakatua berumbai kuning, kita perlu melestarikannya dengan menyediakan tempat tinggal yang nyaman, dan kita perlu memberi mereka habitat baru di daerah perkotaan, yang dicapai melalui perkebunan besar seperti ini,” kata Utari. Musisi, yang juga aktivis lingkungan, Nugie, mengatakan mereka setuju dengan Utari. Dibutuhkan komitmen tingkat tinggi dari semua pemangku kepentingan untuk membantu melindungi lingkungan alam di wilayah tersebut. “Jika air tanah tidak dapat diminum, jika rantai makanan yang lebih rendah seperti capung atau kunang-kunang lebih sulit ditemukan, Anda dapat menanam pohon untuk menyelamatkan bumi,” kata Nugie.

Trembesi tanaman asing
Tanaman Trembesi atau Samanea Saman adalah tanaman asing yang potensi invasifnya masih perlu digali. meja trembesi harus dilakukan ketika menanam dalam jumlah besar karena ini dapat merusak tanaman dan merusak ekosistem lokal. “Trembesi dari Amerika tropis (dari selatan) telah ada di Indonesia selama ratusan tahun dan sebagai ahli ekologi tanaman tidak menolak program pemerintah, tetapi saya menyarankan agar kehati-hatian harus dilakukan ketika menanam trembesi dalam jumlah besar,” kata ahli ekologi tanaman Mustaid Siregar, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Senin (15/2) di Bogor, Jawa Barat. Pada pertengahan Januari 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ia akan menyumbangkan satu juta trembesi atau benih hujan untuk setiap provinsi, sambil menanam satu miliar pohon di bawah program tersebut. Yudhoyono meminta benih Trembesi untuk didistribusikan di daerah terpencil untuk mendukung komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26%. Mustaid ingat bahwa tanaman asing yang telah berhasil didomestikasi di dalam negeri cenderung dominan dan berpotensi invasif, atau dapat mendorong tanaman dan ekosistem setempat. Kemunculannya mengancam ekosistem bawah tanah dalam mikroorganisme tanah, tanaman dataran rendah dan fauna di sekitarnya.


Pandangan Yudhoyono tentang Trembesi menurut data menunjukkan bahwa kemampuan untuk menyerap karbon per pohon Trembesi paling besar yaitu 28.488 kilogram karbon dioksida per tahun. Pohon Trembesi, yang berusia 600 tahun, memiliki kanopi besar dan dapat mencapai diameter 8 meter pada ketinggian 40 meter. Pohon lokal Mustaid mengatakan bahwa memang pohon beringin lokal atau ficus patut dilihat untuk mendukung penanaman satu miliar pohon. Seperti halnya Trembesi, pohon beringin juga digolongkan sebagai pohon raksasa yang dapat menyerap emisi trembesi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *